1. Sri Ajati tentang Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar

     
     

  2. Senja di Pelabuhan Kecil

    (Sebuah puisi karya Chairil Anwar)

    buat: Sri Ajati

    Ini kali tidak ada yang mencari cinta
    di antara gudang, rumah tua, pada cerita
    tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
    menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

    Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
    menyinggung muram, desir hari lari berenang
    menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
    dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

    Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
    menyisir semenanjung, masih pengap harap
    sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
    dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

    1946

     
  3. ALL OF ME - FRANK SINATRA

    All of me
    Why not take all of me
    Can’t you see
    I’m no good without you 

    Take my lips
    I want to lose them
    Take my arms
    I’ll never use them 

    Your goodbye
    Left me with eyes that cry
    How can I
    Go along without you 

    You took the part
    That once was my heart
    So why not
    Take all of me

    "Why not take all of me, girl?"

     
     

  4. Citaku

    Seseorang bertanya padaku, apa yang kau ingin lakukan dalam hidupmu? apa cita-citamu?

    entahlah, pertanyaan itu tak lagi bisa kujawab dengan mudah…

    Ketika kamu mencintai seseorang, kamu ingin selalu ada untuknya. Kamu menyerah pada segala cita-citamu karena menurutmu melihat orang yang dicinta berbahagia itu lebih membahagiakan daripada ketika kamu mencapai cita-citamu.

    Aku pernah melakukan itu…

    Aneh kah?

     

  5. Berusaha baik

    1. Z: bagaimana kehidupanmu?
    2. A: masih berusaha agar baik-baik saja.
    3. Z: semoga baik.
     

  6. "

    Berhati-hatilah dengan perasaan orang.

    Tidak semua orang bisa dengan mudah menyembuhkan luka yang kau buat. Beberapa membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh dan beberapa lagi tak pernah benar-benar sembuh.

    "
     

  7. Jus

    1. Z: mau mesen jus apa?
    2. A: hmmm... Jus the way you are aja...
     

  8. Pedas

    1. Z: Tumben makan yang pedes-pedes
    2. A: gak apa-apa kok...
    3. X: ah, dia mah cari-cari alesan aja biar bisa nangis
    4. A: Sialan lu...
     

  9. Otak Mahal

    1. A: otak kamu kalau dijual mahal banget ya kayaknya...
    2. Z: loh, kenapa?
    3. A: ya iyalah, kagak pernah dipake... masih polos.
     

  10. Pelarian

    1. A: kalau yang sekarang cuma pelarian ya?
    2. Z: hmmm...
    3. A: boleh aja kamu cari pelarian, tapi kalau bisa cari orang kecepatan larinya sama... Biar ujung-ujungnya kamu gak ninggalin dia...
     

  11. Kurupuk

    1. A: Buru ka dieu, barudak geus ngumpul yeuh
    2. Z: kalem, Hujan euy di dieu
    3. A: Jir, maneh sejenis kurupuk?
     

  12. "Ombak selalu menghempas batu karang tetapi batu karang tak pernah meminta ombak untuk pergi… Meski ia tau bersama ombak ia akan tiada."
    — Adira Oktaroza
     

  13. "Semangat, Passion, Cinta bukanlah sesuatu yang dianugerahkan begitu saja oleh Tuhan kepada kita. Mereka perlu kita jaga dan perjuangkan."
    — 

    Semangat bisa mengendur, Passion bisa berubah, Cinta bisa pudar…

    Adira Oktaroza

     

  14. "Setiap detik rindu yang kurasa hanya menambah pesonamu di mataku"
    — Adira Oktaroza
     
  15. Stasiun Kota

    Ku dengar kabar darimu
    keretamu tiba pukul sebelas
    seketika ku bangkit dan bergegas
    tak mau sedikitpun kau menunggu
    Terbayang senyummu
    Terbayang teduh matamu
    dan segala yang membuatku rindu
    bahagia ku rasa ketika bertemu

    —————————————————————————————

    tapi sedikitpun tak terbayangkan olehku
    Bagaimana jika keretamu tak kunjung datang?
    Seberapa lama ku kan menunggu?
    Apa yang kan ku lakukan?

    —————————————————————————————

    biar kunikmati senja di Stasiun Kota.

    Bandung, 14 April 2014